Quick Notice

"Apa yang hendak kau perbuat, perbuatlah dengan segera" blog berisikan relung hati seorang penulis yang ingin membagikan kepada rekan-rekan sekalian

Soe Hok Gie

Sabtu, 28 Agustus 2010 | Thomas Sonny




mungkin buat sebagaian orang kalau saya tulis tenang Gei adalah suatu hal yang sudah basi,
dua hari yang lalu saya baru membaca biografi dan catatan harian Gie yang berjudul Sekali Lagi... buku, pesta dan cinta dan Catatan Seorang Demonstran. Dari kedua buku ini banyak inspirasi yang dapat saya timbah banyak hal yang terkadang diluar dugaan dapat dikemukan olehnya. Gie seorang Doubel Minoritas yaitu seorang warga keturunan serta kristen, mungkin bagi sebagian orang pada jaman itu orang-orang semacam ini sulit untuk mengemukakan pendapata, tapi tidak untuk Gie seorang kritis sejak duduk di SMA Kolese Kanisius hingga menjadi seorang Mahasiswa fakultas Sastra di Universitas Indonesia. Buah-buah pemikiran anak muda yang pada saat itu memang sedang gencar-gencarnya membuat Gie makin bersemangat untuk mengemukakan pendapatnya dalam artikel-artikel yang ia tulis dalam harian-harian ibukota selalu mengeritik kebijakan dan keadaan dalam negeri. Dalam catatan seorang demonstran sangat jelas dituliskan bagaimana perjalanan panjang Gie dari ia duduk di bangku Sekolah Dasar hingga ia menjadi seorang Mahasiswa. Nampak jelas bagaimana perjuangan serta pergulatan GIe dalam mencetuskan ide-ide nya untuk negara ini.
Dari sosok pendiam ini banyak hal yang dapat kita petik terutama bagi kita sekarang generasi-generasi muda yang harus memiliki sikap kritis dan berani mengemukakan pendapat kita didepan umum bagi masa depan yang lebih baik lagi.

Tags: | 0 komentar

0 komentar:

Posting Komentar