Quick Notice

"Apa yang hendak kau perbuat, perbuatlah dengan segera" blog berisikan relung hati seorang penulis yang ingin membagikan kepada rekan-rekan sekalian

Surabaya oh Surabaya

Minggu, 25 September 2011 | Thomas Sonny

Hampir dua bulan ini aku menjadi warga baru di Kota Pahlawan. Ya, setelah usai masa pendidikanku di Seminari tercinta kini saatnya aku membuka lembaran baru dengan menjadi Aspiran Ordo St. Dominikus yang menjalani formatio di kota ini. Begitu banyak pengalaman berharga yang aku lalui selama di Ibu Kota sekarang aku memulai tahapan baru menjadi orang asing di kota ini. Sebagai seorang aspiran aku pun mengenyam pendidikan Filsafat di Universita Katolik Widya Madala Surabaya. 

Rutinitas yang aku alami menjadi jadikan aku semakin dewasa dalam segala hal membawaku pada permenungan akan cinta Tuhan akan hidupku ini. 
semoga aku mulai dapat membagikan kembali pengalaman serta buah-buah permenungan ku di sini kepada sahabat-sahabatku sekalian

salam damai Kristus
Sahabat mu dalam Tuhan

Tags: , , | 1 komentar

fortiter in re sua viter in modo

Rabu, 23 Februari 2011 | Thomas Sonny

Dalam menjalani hidup yang cukup indahhh dengan segala dinamikannya ada sebuah pedoman yang begitu penting dan luar biasa untuk dipraktekan dalam jalan panggilan. ketegasan dalam prinsip menjadi sebuah peganggan hidup yang pasti dan harus dijalani terus menerus.
Ketegasan prinsip bukan menjadi kaku tapi siap dan mau untuk bertahan dalam menghadapi segala sesuatu dengan prinsip yang dimiliki. Berpegang teguh dengan apa-apa yang sudah diucapkan.
Dalam realitas zaman sekarang ini terkadang diantara kita lepas dari prinsip-prinsip yang kita miliki, kita banya menikmati apa-apa yang nyaman namun melanggar prinsip yang telah kita buat.
Manusia moderen sekarang ini terkadang prinsip dan nilai dasar yang kita miliki kita lepas begitu saja. Sebagai calon-calon pemimpin masa depan ketegasan diri menjadi modal dasar yang harus dimiliki.
Ketegasan diri sekarang menjadi barang langkah ketika seseorang logika mereka dikalahkan dengan hal-hal yang tidak esensial. Ketegasan itu sendiri tidak akan goyah ketika kita berani tetap pada pendirian kita.
Akhirnya Ketegasan diri menjadi kunci utama dam menaggapi perjalanan hidup ini..

fortiter in re sua viter in modo
Keras dalam prinsip lembut dalam tindakan..

Tags: | 0 komentar

sejajar dengan Mataku

Jumat, 21 Januari 2011 | Thomas Sonny

ketika aku duduk di kelas termenung dan melamun, tiba-tiba sejajar dengan arah mataku ada sesosok perempua cantik yang begitu menarik untuk terus ditatap.
wajahnya yang manis membuatku tertarik untuk terus memandangnya dengan saksama.
Matanya yang bersinar seakan menyimpan sejuta rahasia yang begitu luas untuk diketahui.
Hanya ini yang bisa aku lakukan hanya menatap wajah manisnya tanpa harus berbicara banyak kepadanya.
Perempuan yang memiliki sejuta talenta berharga dalam dirinya begitu menarik perhatianku.
entah mengapa hanya perempuan ini yang mengusik hatiku dibandingkan dengan perempuan-perempuan lain yang ada pernah hampir dihatiku.

tanpa aku sadari kehadiran perempuan ini didekatku membuatku semakin bersemangat
ia menjadi sumber inspirasiku..

terima kasih teman..

Tags: | 0 komentar

Aku Mendambakan Romo Yang...

Minggu, 16 Januari 2011 | Thomas Sonny

Aku mendambakan seorang romo yang …….

aku mendamba Romo yang penuh kasih bukan yang pilih kasih

aku mendamba Romo yang bajunya kadang kekecilan, kadang kegedean itu berarti pemberian umat …sebagai tanda cinta, tanda hormat

aku mendamba Romo, yang galak tapi sumanak kaku pada dogma, tapi lucu kala canda yang lebih sering memegang rosario dibandingkan bb warna hijau

aku mendamba Romo yang lebih banyak mendengar dibandingkan berujar aku mendamba Romo yang menampung air mataku tanpa ikut menangisi yang mengubah putus asa menjadi harapan yang mengajarkan ritual sekaligus spiritual

duuuuh, damba dan inginku banyak, banyak sekali tapi aku percaya tetap terpenuhi karena Romoku mau dan mampu selalu memberi inilah damba dan doaku, Romoku eee, masih ada satu lagi sekali mengenakan jubah, jangan berubah jangan pernah mengubah, walau godaan mewabah bahkan sampai ada laut terbelah kenakan terus jubahmu itulah khotbah yang hidup agar aku bisa menjamah seperti perempuan Samaria pada Yesus Allah Tuhanku aku mendamba Romo yang menatapku kalem bersuara adem “Berkah Dalem….”


KARYA Arswendo

Tags: | 0 komentar

Sebuah Tanya

Rabu, 29 Desember 2010 | Thomas Sonny

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

SOE HOK GIE

Tags: | 0 komentar

Kuncup-kuncup Panggilan

Rabu, 03 November 2010 | Thomas Sonny

Dengarkan suara Ilahi
yang memanggilmu.
Ia mengajakmu untuk
menikmati suatu pemenuhan hidup
yang melampaui apa yang bisa kau bayangkan.

Tinggalkan jalamu
yang telah kau kenal,
tempuhlah jaln baru
yang masih belum jelas bagimu
namun memikatmu!
yang semakin kau coba lupakan
semakin gemerlap di depanmu

Engkau pernah mengalami cinta?
Tinggalkan cinta yang indah itu ,
tempuhlah arah baru!
Di ujung jalan sana menantimu:

Satu Cinta baru
yang jauh lebih indah
daripada cinta mana pun
yang bisa dimimpikan hati.

Perjalanan mendaki sukar,
anda perlu tabah menanggung
lelah dan kadang rasa sakit.

Dua kerajaan
saling bertentangan
hukum dan anggaran dasar,
suasana dan keindahan;
kerajaan dunia dan kerajaan surga

Bila anda telah menatapkan
pandangan kepada yang surgawi
jangan suka sering menengok ke belakang.
Sebab ada bahaya anda akan kembali pulang

Jangan
mencemaskan kelemahan anda.
Terimalah dengan kerendahan hati
dan dengan harapan
agar justru dalam kelemahan anda
Allah sempat memperlihatkan daya dan kuasa-Nya.
Maka kelemahan anda
menjadi berwarna!
Keilahian -Nya meresapi
kelemahan anda.
Kekuatan-Nya
akan anda lihat dan anda rasakan!

Kalian kuncup-kuncup biarawan,
kalian selalu butuh inspirasi
dari orang lain.
Senantiasa!
Kalian membaca,
bukan untuk menjadi sarjana,
melainkan untuk menjadi SUCI.
Pius Budiwijaya OCSO

Tags: | 0 komentar

Menemukan Tuhan dalam KEHENINAGAN Biara

Kamis, 16 September 2010 | Thomas Sonny

Sepenggal kata diatas mengantarku pada permenungan menemukan Tuhan dalam sebuah keheningan.pengalaman 4 hari bersama para Rahib Trapis untuk mencoba dan mengenal kehidupan mereka lebih dalam lagi. Sebagai seorang seminari yang sedang mencari corak panggilan hidupnya bagiku Pertapaan Santa Maria, Rawaseneng, Temanggung, Jawa Tengah ini membantuku untuk menemukan dan mengenal sebuah corak kehidupan yang baru, hidup kontemplatif. Sebagaian besar serikat, ordo, dan tarekat yang aku kenal ialah serikat, ordo, dan tarekat yang bercorak aktif dan berada ditengah-tengah masyarakat secara langsung, tetapi Ordo Cistersiensin Observasi Ketat ini merupakan sebuah ordo dengan corak hidup yang berbeda, mereka merupakan ordo kontempletif yang menjalani hidup kesehariaannya melalui doa dan kerja tangan. Di bumi nusantara ini ordo trapist ini sudah hadir semenjak 57 tahun yang lalu. Lokasi pertapaan Santa Maria ini berada di deretan perbukitan Temanggung, letaknya diatas tanah pemerintahan Kabupaten Kandagan, Temanggung, Jawa Tengah. Menurut segi territorial keuskupan Biara ini berada dalam lingkup Keuskupan Agung Semarang. Dengan luas tanah 138 Ha yang meliputi kompleks pertapaan, perkebunan dan perternakan.

Selama 4 hari aku mencoba masuk dan mengenal lebih dalam kehidupan para rahib dipertapaan ini. Banyak hal yang aku lalui dalam kehidupan bersama dengan para rahib dipertapaan ini. Dinamika kehidupan yang boleh aku lalui bersama mulai dari hidup doa dan hidup kerja yang mereka semangati, Ora et Labora berdoa dan berkerja. Itulah semboyan yang dihidupi oleh para rahib yang hidup di dalam tembok biara ini. Semua dinamika kehidupan berlangsung pada pukul tiga dini hari dan berakhir pada pukul delapan malam. Memang benar hidup doa dan kerja sangatlah menjadi fondasi yang kuat dalam kehidupan para rahib di Rawaseneng ini. Kehidupan yang berbeda ditengah keheningan dan jauh dari hiru pikuk dan hingar bingar perkotaan.

Bagiku secara pribadi pengalam live-in ini merupakan pengalam yang sungguh luar bisa dengan segala nilai-nilai yang boleh aku dapat ditengah para rahib trapist ini. Dari runtinitas yang berbeda dan jadwal keseharian yang cukup berbanding terbalik ini aku sungguh belajar secara pribadi untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar yang juga kurang bersahabat dengan kebisaanku di Ibu kota. Ketika harus bangun jam tiga dini hari merupakan hal yang sangat sulit bagiku untuk membuka mata. Tapi dalam kesinambungan hari kehari aku mulai dapat beradaptasi dengan keadaan sekitar. Bangun di pagi hari ketika matahari belum bangun merupakan sebuah hal yang tidak bisa aku lakukan tetapi hal ini sungguh luar biasa untuk aku jalani pepatah yang berkata menemukan Tuhan dalam keheningan merupakan hal yang sungguh aku rasakan ditengah-tengah kehidupan para rahib dibiara ini. Apa yang dikatakan untuk menemukan Tuhan dalam keheningan dimana semakin aku hening semakin dekat pula aku rasakan kehadiran Tuhan yang sungguh dekat dan dapat aku jangkau. Hening bagiku secara pribadi bukanlah hening diam tanpa melakukan apapun tetapi aku diam dalam perkataan tetapi oragan tubuhku yang lain dapat berkerja secara maksimal itu yang aku artikan sebagai hening dalam menemukan Tuhan.

Rutinitas Doa yang aku alami pun memilik jumlah yang cukup banyak dan sungguh diluar porsi biasannya. Sehari aku dapat merayakan ibadat sebanyak enam sampai tujuh kali secara bersama-sama. Dari hidup doa ini aku pun sungguh bersyukur menemukan sebuah pola doa yang benar-benar memuji dan memulikan Tuhan dalam kehidupan secara terus menerus sebuah perpatah latin berkata Bene Cantat Bis Orat bernyanyi dengan baik sama saja berdoa dua kali. Para rahib yang mendaraskan mazmur disaat setiap ibadat merupakan bentuk syukur dan memuji Tuhan melalui mazmur yang mereka daraskan. Lantuna mazmur yang begitu indah membuatku tertegun untuk masuk kedalam doa yang sangat magis tersebut. Rutinitas doa yang kujalani ini merupakan rutinitas doa yang selalu mengajakku untuk memuji kebesaran Allah disetiap waktu,mulai dari bangun pagi, disiang hari, sore hari setelah kerja dan malam hari sebelum tidur. Dalam doa-doa pribaiku aku pun dapat menemukan kedalam relung batinku yang terkadang kosong dan jauh dari Allah. Dalam kesempatan live-in ini pun aku sungguh bersyukur aku dapat menimbah segala hal positif yang boleh aku temui ditempat ini dalam setiap doa pribadiku aku menemukan Allah yang memiliki kasih begitu besar kepadaku tanpa aku sadari, dalam perjalan hidup panggilan selama kurang dari tiga tahun ini aku sungguh bersyukur berjumpa dengan para rahib yang saling menguatkan setiap kali aku berjumpa dan berbincang terutama ketika berjumpa dengan Rahib Blasius Tjoa yang sangat menguatkan panggilanku melalui sharing yang diceritakannya kepadaku, dengan sharingnya itu aku merasa memiliki kekuatan baru dalam menapaki setiap jalan panggilan yang aku lalui dari saat ke saat.

Aku juga mengikuti kerja tangan yang dilakukan para rahib diperkebunan, dalam kerja ini aku sungguh mendapat banyak pemaknaan diri dimana aku sungguh diajak untuk berlatih kesabaran dengan mencabuti tumbuhan liar disekitar persemaian cengkeh, belajar sesuai dengan apa yang ada dalam kitab suci dimana perumpamaan tentang gandum dan ilalang, aku sungguh benar-benar masuk dalam peristiwa tersebut dimana aku secara pribadi diketuk oleh Tuhan untuk masuk dalam kondisi perumpaan tersebut selain itu aku pun diajaka untuk berlatih bersabar akah hal-hal yang hadir didepanku, disisi lain aku diajak untuk masuk dalam kondisi stop dan membaca situasi baru kembali menyelesikan masalah yang ada,

Belajar dari para rahib ini aku sungguh bersyukur atas rahmat panggilan yang boleh aku dapat ini sehingga pada akhirnya nanti aku dapat mengolah batinku dalam menapaki jalan panggilan suci ini, Terima kasih pertapaan Santa Maria Rawaseneng yang telah menjadi tempat untuk aku mendalami relung hati terdalam.

Tags: | 0 komentar