Aku mendambakan seorang romo yang …….
aku mendamba Romo yang penuh kasih bukan yang pilih kasih
aku mendamba Romo yang bajunya kadang kekecilan, kadang kegedean itu berarti pemberian umat …sebagai tanda cinta, tanda hormat
aku mendamba Romo, yang galak tapi sumanak kaku pada dogma, tapi lucu kala canda yang lebih sering memegang rosario dibandingkan bb warna hijau
aku mendamba Romo yang lebih banyak mendengar dibandingkan berujar aku mendamba Romo yang menampung air mataku tanpa ikut menangisi yang mengubah putus asa menjadi harapan yang mengajarkan ritual sekaligus spiritual
duuuuh, damba dan inginku banyak, banyak sekali tapi aku percaya tetap terpenuhi karena Romoku mau dan mampu selalu memberi inilah damba dan doaku, Romoku eee, masih ada satu lagi sekali mengenakan jubah, jangan berubah jangan pernah mengubah, walau godaan mewabah bahkan sampai ada laut terbelah kenakan terus jubahmu itulah khotbah yang hidup agar aku bisa menjamah seperti perempuan Samaria pada Yesus Allah Tuhanku aku mendamba Romo yang menatapku kalem bersuara adem “Berkah Dalem….”
KARYA Arswendo
